Cerpen Aktivitas Hari Ini
Aktivitas Hari Ini
Aswinda Fauziah Dwi Hapsari (8)
XI IPS 1
Pagi hari, aku bangun tepat pada pukul lima lebih dua puluh menit. Sebenarnya, aku sudah dibangunkan oleh ARTku pada pukul lima tepat, tetapi rasa kantukku mengalahkan segalanya, jadilah aku kembali berkutat dengan bunga tidurku. Sebangunnya aku dari tidurku, aku bergegas mengambil wudhu sembari mengisi air guna mandi setelahnya. Selesai menunaikan sholat shubuh, aku segera menuju kamar mandi dan mengguyur tubuhku yang kering dengan air hangat.
Setelah serangkaian rutinitas pagiku selesai, aku langsung memanggil ARTku untuk mengantarkanku ke sekolah. Oh iya, aku lupa memperkenalkan diriku. Aku adalah seorang siswi SMA biasa yang tengah duduk di bangku kelas dua. Dan mulai pagi yang membosankan ini, aku akan menjalani aktivitasku sehari-hari sebagai seorang murid pada umumnya.
Singkat cerita, aku sampai di sekolahku, SMA Negeri 49 Jakarta. Aku salim terhadap semua guru yang ku temui di lobi, dan langsung berjalan menuju kelasku yang berada di lantai dua. Pelajaran pertama hari ini adalah matematika, gurunya bernama Bu Endang. Tetapi sayangnya, Bu Endang berhalangan hadir, dan kami berakhir belajar sendiri-sendiri sampai bel istirahat berdering.
Bel berderu, menyeruak ke tiap sisi sekolah kecilku, tanda mulainya jam istirahat. Dilanjutnya dengan bel yang berdering lima belas menit kemudian, menandakan mulainya jam pelajaran ke-5. Semua murid berbondong-bondong kembali menuju kelasnya masing-masing, termasuk aku. Setelah ini, kelasku kedapatan pelajaran Bahasa Jepang.
Dua jam pelajaran tak terasa, kini waktunya pelajaran Bahasa Indonesia. Di jam-jam pertama, kami melaksanakan ulangan harian, yang syukurnya, tidak begitu menyulitkan. Selanjutnya, Pak Makmun selaku guru Bahasa Indonesia menugaskan kami untuk menulis sebuah cerita pendek. Ya, seperti apa yang kini tengah aku lakukan, menulis sebuah cerpen berisi keseharianku guna tugas Bahasa Indonesia.
Tak terasa, serangkaian pelajaran hari ini telah selesai. Sejauh ini, tidak ada kendala apapun. Tetapi, aku masih harus menjalani satu lagi aktivitasku di hari selasa ini, ekstrakulikuler. Di jenjang SMA ini, aku memilih Tari Saman sebagai ekstrakulikulerku. Langsung saja aku mengganti pakaianku menjadi celana training dan atasan bebas, dan berjalan menuju kelas dimana ekstrakulikuler berlangsung sampai dua jam kemudian.
Jam lima sore, atau mungkin kurang. Kegiatan ekstrakulikuler pun selesai, dan aku pun langsung bergegas pulang untuk mengistirahatkan diri. Kegiatan di hari selasa ini cukup melelahkan karena ditambah adanya ekstrakulikuler, tetapi karena ekstrakulikulernya menyenangkan, rasa lelahku jadi terbayarkan. Intinya, hari ini berjalan normal, tidak ada masalah besar yang harus ku hadapi hari ini, tidak ada rintangan sulit yang perlu ku lalui. Semuanya normal, biasa-biasa saja. Ya, itulah keseharianku di hari selasa.
Aswinda Fauziah Dwi Hapsari (8)
XI IPS 1
Pagi hari, aku bangun tepat pada pukul lima lebih dua puluh menit. Sebenarnya, aku sudah dibangunkan oleh ARTku pada pukul lima tepat, tetapi rasa kantukku mengalahkan segalanya, jadilah aku kembali berkutat dengan bunga tidurku. Sebangunnya aku dari tidurku, aku bergegas mengambil wudhu sembari mengisi air guna mandi setelahnya. Selesai menunaikan sholat shubuh, aku segera menuju kamar mandi dan mengguyur tubuhku yang kering dengan air hangat.
Setelah serangkaian rutinitas pagiku selesai, aku langsung memanggil ARTku untuk mengantarkanku ke sekolah. Oh iya, aku lupa memperkenalkan diriku. Aku adalah seorang siswi SMA biasa yang tengah duduk di bangku kelas dua. Dan mulai pagi yang membosankan ini, aku akan menjalani aktivitasku sehari-hari sebagai seorang murid pada umumnya.
Singkat cerita, aku sampai di sekolahku, SMA Negeri 49 Jakarta. Aku salim terhadap semua guru yang ku temui di lobi, dan langsung berjalan menuju kelasku yang berada di lantai dua. Pelajaran pertama hari ini adalah matematika, gurunya bernama Bu Endang. Tetapi sayangnya, Bu Endang berhalangan hadir, dan kami berakhir belajar sendiri-sendiri sampai bel istirahat berdering.
Bel berderu, menyeruak ke tiap sisi sekolah kecilku, tanda mulainya jam istirahat. Dilanjutnya dengan bel yang berdering lima belas menit kemudian, menandakan mulainya jam pelajaran ke-5. Semua murid berbondong-bondong kembali menuju kelasnya masing-masing, termasuk aku. Setelah ini, kelasku kedapatan pelajaran Bahasa Jepang.
Dua jam pelajaran tak terasa, kini waktunya pelajaran Bahasa Indonesia. Di jam-jam pertama, kami melaksanakan ulangan harian, yang syukurnya, tidak begitu menyulitkan. Selanjutnya, Pak Makmun selaku guru Bahasa Indonesia menugaskan kami untuk menulis sebuah cerita pendek. Ya, seperti apa yang kini tengah aku lakukan, menulis sebuah cerpen berisi keseharianku guna tugas Bahasa Indonesia.
Tak terasa, serangkaian pelajaran hari ini telah selesai. Sejauh ini, tidak ada kendala apapun. Tetapi, aku masih harus menjalani satu lagi aktivitasku di hari selasa ini, ekstrakulikuler. Di jenjang SMA ini, aku memilih Tari Saman sebagai ekstrakulikulerku. Langsung saja aku mengganti pakaianku menjadi celana training dan atasan bebas, dan berjalan menuju kelas dimana ekstrakulikuler berlangsung sampai dua jam kemudian.
Jam lima sore, atau mungkin kurang. Kegiatan ekstrakulikuler pun selesai, dan aku pun langsung bergegas pulang untuk mengistirahatkan diri. Kegiatan di hari selasa ini cukup melelahkan karena ditambah adanya ekstrakulikuler, tetapi karena ekstrakulikulernya menyenangkan, rasa lelahku jadi terbayarkan. Intinya, hari ini berjalan normal, tidak ada masalah besar yang harus ku hadapi hari ini, tidak ada rintangan sulit yang perlu ku lalui. Semuanya normal, biasa-biasa saja. Ya, itulah keseharianku di hari selasa.
Comments
Post a Comment